Skip ke Konten

SLA (Service Level Agreement): What Must Be in Your IT Contract

An SLA negotiation guide that protects business interests and avoids grey areas

SLA yang buruk adalah sumber konflik terbesar dalam hubungan klien-vendor IT. "Sesuai best effort" adalah frasa yang tidak memiliki makna dalam kontrak profesional. SLA yang baik adalah yang spesifik, terukur, dan memiliki konsekuensi nyata jika tidak terpenuhi.

Komponen SLA yang Wajib Ada

  • Definisi Layanan — Apa saja yang dicakup? Apa yang TIDAK dicakup? Ambiguitas di sini adalah sumber konflik di kemudian hari
  • Availability & Uptime — Berapa target uptime? (99%, 99.9%, 99.99%) Bagaimana downtime dihitung? Planned maintenance termasuk atau tidak?
  • Response Time — Berapa lama dari tiket masuk sampai ada respon pertama? Berbeda per severity level
  • Resolution Time — Berapa lama dari tiket masuk sampai masalah terselesaikan? Per kategori masalah
  • Penalty & Credit — Apa yang terjadi jika SLA tidak terpenuhi? Service credit, penalty finansial, atau hak terminasi kontrak?
  • Reporting — Laporan SLA dikirim seberapa sering? Dalam format apa? Siapa yang menerimanya?
  • Review & Revision — Kapan SLA di-review dan direvisi? Prosedur perubahan scope?

Angka SLA yang Realistis vs Ambisius

MetrikBasicStandardPremium
Uptime99%99.5%99.9%
Response Critical4 jam2 jam30 menit
Resolution Critical24 jam8 jam4 jam
Support HoursBusiness hoursExtended hours24/7

Semua kontrak Albirru dilengkapi SLA yang jelas dan laporan compliance bulanan. Pelajari paket managed services kami.

IT Procurement Consulting: The Smart Way to Invest in Company Technology
Avoiding vendor traps, comparing proposals, and negotiating contracts that protect your business