Skip ke Konten

Email Security: Protecting Your Company from Phishing and BEC Attacks

Why email is the number one cyber attack vector and how to secure it

Email adalah alat komunikasi bisnis utama — dan sekaligus vektor serangan siber nomor satu. Business Email Compromise (BEC) saja menyebabkan kerugian lebih dari $2.9 miliar secara global pada 2023. Mengamankan email bukan opsional, ini bisnis-critical.

Ancaman Utama Melalui Email

  • Phishing — Email yang berpura-pura dari sumber terpercaya untuk mencuri kredensial atau menginstal malware
  • Spear Phishing — Phishing yang sangat tertarget, menggunakan informasi personal korban untuk tampak lebih meyakinkan
  • Business Email Compromise (BEC) — Penyerang mengkompromikan email eksekutif untuk meminta transfer uang atau mengubah data pembayaran
  • Malicious Attachment — Dokumen Word, Excel, atau PDF yang mengandung macro atau exploit

Lapisan Keamanan Email yang Harus Diterapkan

Protokol Autentikasi Email:

  • SPF (Sender Policy Framework) — Tentukan server mana yang berwenang mengirim email atas nama domain Anda
  • DKIM (DomainKeys Identified Mail) — Tanda tangan digital pada setiap email untuk memverifikasi integritas
  • DMARC — Kebijakan yang memberitahu server penerima apa yang harus dilakukan jika email gagal SPF atau DKIM

Solusi Email Security: Email gateway dengan sandboxing (Proofpoint, Mimecast, Microsoft Defender for Office 365) untuk screening attachment dan URL secara real-time sebelum sampai ke inbox pengguna.

Training Pengguna: Garis Pertahanan Terakhir

Teknologi tidak bisa 100% memblokir ancaman yang terus berevolusi. Karyawan yang bisa mengenali phishing email adalah pertahanan yang tidak bisa di-bypass oleh tool manapun. Lakukan phishing simulation secara berkala untuk mengukur kesiapan tim.

Albirru menyediakan layanan Email Security dan Security Awareness Training yang komprehensif. Hubungi kami untuk assessment email security domain Anda.

Ransomware Attack: How to Prevent and Recover Your Business
A comprehensive guide to dealing with increasingly sophisticated and targeted ransomware threats