Penetration testing adalah latihan yang mensimulasikan serangan hacker sungguhan terhadap sistem Anda — dengan izin, dengan metodologi yang terstruktur, dan dengan tujuan menemukan dan memperbaiki kelemahan sebelum penyerang nyata yang menemukannya.
Jenis Penetration Testing
- Network Penetration Testing — Menguji keamanan infrastruktur jaringan: firewall, router, switch, server, dan layanan yang berjalan di atasnya
- Web Application Penetration Testing — Menguji aplikasi web berdasarkan OWASP Top 10: SQL injection, XSS, CSRF, broken authentication, dan lainnya
- Mobile Application Testing — Analisis keamanan aplikasi Android dan iOS termasuk reverse engineering dan API testing
- Social Engineering — Menguji kesiapan karyawan menghadapi manipulasi psikologis melalui phishing, vishing (voice), atau physical intrusion
- Red Team Assessment — Simulasi serangan advanced persistent threat (APT) yang menggabungkan semua vektor di atas
Apa yang Ada dalam Laporan Pentest?
Laporan pentest profesional berisi dua bagian: Executive Summary untuk manajemen (risiko bisnis tanpa jargon teknis) dan Technical Report untuk tim IT (detail temuan, bukti eksploitasi, CVSS score, dan rekomendasi perbaikan spesifik). Setiap temuan diklasifikasikan: Critical, High, Medium, Low, Informational.
Seberapa Sering Harus Dilakukan?
Minimal setahun sekali untuk pentest komprehensif. Untuk aplikasi yang sering berubah atau yang menangani data sensitif, quarterly assessment atau continuous testing menggunakan bug bounty program adalah pendekatan yang lebih mature.
Tim security kami bersertifikasi dan berpengalaman dalam engagement pentest untuk berbagai industri. Diskusikan scope engagement pentest Anda.