Bencana tidak mengenal waktu — kebakaran, banjir, cyberattack, atau sekadar human error yang menghapus database produksi. Perusahaan yang tidak memiliki Disaster Recovery Plan (DRP) yang teruji sedang bermain dengan nasib bisnis mereka sendiri.
Dua Metrik Kunci: RPO dan RTO
Recovery Point Objective (RPO) adalah berapa banyak data yang bisa Anda terima untuk hilang. Jika RPO Anda adalah 1 jam, berarti backup harus dilakukan setiap jam. RPO nol berarti Anda membutuhkan real-time replication.
Recovery Time Objective (RTO) adalah berapa lama waktu yang acceptable untuk sistem Anda kembali online setelah bencana. RTO 4 jam berarti tim Anda harus mampu me-restore sistem penuh dalam 4 jam dari saat bencana terjadi.
Strategi Backup: 3-2-1 Rule
Standar industri yang kami rekomendasikan: 3 salinan data, di 2 media yang berbeda, dengan 1 salinan di lokasi terpisah (offsite atau cloud). Backup saja tidak cukup — uji restore secara berkala untuk memastikan backup benar-benar bisa digunakan saat dibutuhkan.
| Tier DR | RTO | RPO | Biaya Relatif |
|---|---|---|---|
| Backup & Restore | Hours - Days | Hours | Rendah |
| Warm Standby | Minutes - Hours | Minutes | Menengah |
| Hot Standby / Active-Active | Seconds - Minutes | Seconds | Tinggi |
DR Testing: Jangan Hanya di Atas Kertas
DRP yang tidak pernah diuji adalah false security. Jadwalkan DR drill minimal setahun sekali — simulasikan bencana sungguhan dan ukur apakah tim dan sistem dapat memenuhi RTO/RPO yang sudah ditetapkan. Temuan dari drill ini sering mengungkap celah yang tidak terlihat di atas kertas.
Apakah bisnis Anda siap menghadapi bencana IT? Hubungi kami untuk DR assessment dan bantu merancang strategi recovery yang sesuai.