Skip to Content

Disaster Recovery Planning: Preparing Your Business for Worst-Case Scenarios

RPO, RTO, and backup strategies every enterprise company must have

Bencana tidak mengenal waktu — kebakaran, banjir, cyberattack, atau sekadar human error yang menghapus database produksi. Perusahaan yang tidak memiliki Disaster Recovery Plan (DRP) yang teruji sedang bermain dengan nasib bisnis mereka sendiri.

Dua Metrik Kunci: RPO dan RTO

Recovery Point Objective (RPO) adalah berapa banyak data yang bisa Anda terima untuk hilang. Jika RPO Anda adalah 1 jam, berarti backup harus dilakukan setiap jam. RPO nol berarti Anda membutuhkan real-time replication.

Recovery Time Objective (RTO) adalah berapa lama waktu yang acceptable untuk sistem Anda kembali online setelah bencana. RTO 4 jam berarti tim Anda harus mampu me-restore sistem penuh dalam 4 jam dari saat bencana terjadi.

Strategi Backup: 3-2-1 Rule

Standar industri yang kami rekomendasikan: 3 salinan data, di 2 media yang berbeda, dengan 1 salinan di lokasi terpisah (offsite atau cloud). Backup saja tidak cukup — uji restore secara berkala untuk memastikan backup benar-benar bisa digunakan saat dibutuhkan.

Tier DRRTORPOBiaya Relatif
Backup & RestoreHours - DaysHoursRendah
Warm StandbyMinutes - HoursMinutesMenengah
Hot Standby / Active-ActiveSeconds - MinutesSecondsTinggi

DR Testing: Jangan Hanya di Atas Kertas

DRP yang tidak pernah diuji adalah false security. Jadwalkan DR drill minimal setahun sekali — simulasikan bencana sungguhan dan ukur apakah tim dan sistem dapat memenuhi RTO/RPO yang sudah ditetapkan. Temuan dari drill ini sering mengungkap celah yang tidak terlihat di atas kertas.

Apakah bisnis Anda siap menghadapi bencana IT? Hubungi kami untuk DR assessment dan bantu merancang strategi recovery yang sesuai.

High Availability Infrastructure: Ensuring 99.9% Uptime for Your Business
Architecture and strategies that ensure your business never stops